Makalah Ekologi
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Istilah
Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani,
yaitu: Oikos = Tempat Tinggal (rumah) Logos = Ilmu, telaah. Oleh karena itu
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup
dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi
adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia
sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem
ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran
materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang
menciptakan keadaan sistem tersebut.
Fungsi
ekosistem menunjukkan hubungan sebab akibat yang terjadi secara keseluruhan
antar komponen dalam sistem. Ini jelas membuktikan bahwa ekologi merupakan
cabang ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk
hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya, serta dengan semua komponen yang
ada di sekitarnya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem
dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor
abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan
faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan,
dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan
organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi
dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi,
biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani
yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi
yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
Ekologi
mencoba memahami hubungan timbal balik, interaksi antara tumbuh-tumbuhan,
binatang, manusia dengan alam lingkungannya, agar dapat menjawab pertanyaan;
dimana mereka hidup, bagaimana mereka hidup dan mengapa mereka hidup disana.
Hubungan- hubungan tersebut demikian kompleks dan erat sehingga Odum (1971)
menyatakan bahwa ekologi adalah “Environmental Biology“.
B.
Rumusan Masalah
1.
Terdiri dari jenis apa sajakah ekologi itu?
2.
Apakah perbedaan diantara jenis-jenis ekologi tersebut?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui jenis-jenis ekologi
2.
Untuk mengetahui perbedaan diantara jenis-jenis ekologi tersebut
D.
Manfaat
Adapun
manfaat yang diharapkan dalam penulisan makalah ini adalah :
1.
Manfaat teoritis, Untuk mengembangkan pengetahuan tentang ekologi
2.
Memberikan pengertian kepada masyarakat umum tentang pentingnya menjaga semua
jenis-jenis ekologi demi mencapai kehidupan yang lebih baik.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Ekologi Hutan
Ekologi
Hutan adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara mahluk hidup dengan
lingkungan. Hubungan ini sangat erat dan komplek sehingga menyatakan bahwa
ekologi adalah biologi lingkungan (Eviromental biology).
Hutan
adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohon dan mempunyai
keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan diluar hutan. Hubungan antara
masyarakat tumbuh-tumbuhan hutan, margasatwa dan alam lingkungannya begitu erat
sehingga hutan dapat dipandang sebagai suatu system ekologi atau ekosistem.
Ekologi
hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistem
hutan. Hutan dapat dipelajaridari segi autekologi dan synekologi. Autekologi
mempelajari ekologi suatu jenis pohon atau pengaruh sesuatu faktor lingkungan
terhadap hidup atau tumuhnya satu atau lebih jenis-jenis pohon. Sifat
penyelidikanya mendekati fisiologi tumbuh-tumbuhan. Synekologi mempelajari
hutan sebagai masyarakat atau ekositem misalnya penelitian tentang pengaruh
keadaan tempat tmbuh terhadap komposisi dan produksi hutan.
Pembahasan
ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen
penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor biotik antara lain suhu,
air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk
hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga
berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu
populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu
sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi,
biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani
yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi
yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.
Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah di mana ekolog
(orang yang mempelajari ekologi) kini berfokus.
Ekologi
merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun
70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang
biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan
kehidupannya dengan mengadakan hubungan atarmakhluk hidup dan dengan benda tak
hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.
Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:
Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:
- Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
- Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya
- Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Komponen-komponen
pembentuk ekosistem adalah:
• Komponen hidup (biotik)
• Komponen tak hidup (abiotik)
Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut.
• Komponen hidup (biotik)
• Komponen tak hidup (abiotik)
Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut.
B.
Ekologi Laut
Ekologi laut merupakan ilmu yang
mempelajari tentang Ekosistem air laut. Ekosistem air laut dibedakan atas lautan,
pantai, estuari, dan terumbu karang, dan
padang lamun. Berikut penjelasan tentang ekologi laut.
Habitat
air laut (oceanic) ditandai oleh salinitas tinggi dengna ion Cl-
mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya
tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25oC. Perbedaan
suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di
bagian atas dengan bagian air yang dingin di bagian bawah disebut daerah thermocline.
Di
daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat
bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air
dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan
sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung
baik. Habitat laut dapat dibedakan
berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaan secara horizontal.
Dikenal
juga dengan terminologi:
- Integrated Coastal Zone Management (ICZM) (pengelolaan terpadu wilayah pesisir)
- Integrated Coastal Zona Planning and Management (pengelolaan dan perencanaan terpadu wilayah pesisir, dalam artian pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh (Comprehensive assessment). Sorensen & Mc Creary dalam Dahuri 200)
- Integrated Coastal Management (pengelolaan wilayah pesisir)
- Integrated Coastal Resources Management (pengelolaan terpadu sumber daya wilayah pesisir)
- Coastal Zone Resources Management (pengelolaan sumber daya wilayah pesisir)
- Coastal Resources Management (pengelolaan sumber daya pesisir)
- Coastal Zone Management (pengelolaan wilayah pesisir)
Perlindungan
dan bertelur
- Mangrove : feeding ground, fishing ground, spawning ground dan nursery ground banyak spesiesikan dan udang dan memberikan perlindungan terhadap gelombang
- Lamun/seagrass : nursery ground, daerah pencarian makan bagi mamalia laut
- Rumput laut/seaweed : pangan dan obat-obatan
Ekosistem
terumbu karang
- Luas terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2% saja yang kondisinya baik
- Tekanan terhadap keberadaan terumbu karang sebagian besar diakibatkan oleh kegiatan manusia
- Kerusakan terumbu karang banyak ditentukan oleh aktivitas di daratan
Manfaat
terumbu karang
- Berperan penting bagi pertumbuhan sumberdaya perikanan (sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground dan nursery ground)
- Mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi)
- Sebagai daya tarik wisata bahari
- Secara global terumbu karang berfungsi sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut
- Sebagai penyerap karbondioksida dan Gas Rumah Kaca (GRK) lainnya
Ekosistem
padang lamun
- Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya terbenam di dalam laut
- Padang lamun ini merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang tinggi
- Fungsi ekologi yang penting yaitu sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang
Ekosistem
mangrove
- Hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut
- Luas hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terluas di dunia (2,5-3,5 juta Ha,18-23 % luas mangrove di dunia dan lebih luas dari Brasil)
Fungsi
ekologis:
- Sebagai peredam gelombang (termasuk gelombang tsunami), angin dan badai
- Melindungi daerah pantai dari bahaya abrasi
- Sebagai penyerap nutrien organik, penahan lumpur dan perangkap sedimen
- Penghasil a yang merupakan hasil dekomposisi dari serasah mangrove
- Sebagai daerah asuhan, mencari makan dan berkembangbiak ikan, udang dan hewan liar lainnya
C.
Ekologi Tanaman
Ekologi
tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman
dengan lingkungannya. Tanaman membutuhkan sumberdaya kehidupan dari
lingkungannya, danmempengaruhi lingkungan begitu juga sebaliknya lingkungan
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ekologi dibagi atas dua
bagian yaitu Sinekologi dan Autekologi. Pembagian ekologi, tingkatan organisasi
makhluk hidup, tujuan dan perkembangan ekologi tanaman, pembagian ilmu ekologi.
Pada
prinsipnya ditinjau dari biologi, makhluk hidup dapat dibagi atas dua bagian
besar yaitu, hewan dan tumbuhan. Kedua kelompok ini sangat tergantung kepada
faktor-faktor yang ada diluar dirinya baik itu secara langsung maupun tidak
langsung. Dengan kata lain tidak ada satu makhluk hidup pun di dunia ini yang dapat
berdiri sendiri tanpa bergantung dengan faktor lainnya. Faktor luar yang
mempengaruhi kehidupan makhluk hidup ini disebut dengan lingkungan.
Manusia
sebagai makhluk hidup telah terlibat dan tertarik dengan masalah- masalah
lingkungan sejak dahulu kala walaupun mereka tidak mengerti perkataan ekologi
itu sendiri. Dalam masyarakat primitif setiap individu untuk dapat bertahan
hidup memerlukan pengetahuan terhadap alam lingkungannya. Alam lingkungan
(environment) ialah alam diluar organisma yang efektif mempengaruhi
kehidupan organisma tersebut. Setiap tanaman menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. Penyesuaian ini berguna untuk mempertahankan hidupnya.
Ekologi
merupakan gabungan dari dua kata dalam Bahasa Yunani yaitu oikos berarti
rumah dan logos berarti ilmu atau pelajaran. Secara etimologis ekologi
berarti ilmu tentang makhluk hidup dan rumah tangganya. Dengan kata lain
defenisi dari ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya. Berdasarkan defenisi di atas maka yang
dimaksud dengan Ekologi Tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan
timbale balik antara tanaman (tumbuhan yang dibudidayakan) dengan
lingkungannya. Lingkungan hidup tanaman dibagi atas dua kelompok yaitu
lingkungan biotik dan abiotik. Dari lingkungan inilah tanaman memperoleh
sumberdaya cahaya, hara mineral, dan sebagainya. Kekurangan, kelebihan atau
ketidakcocokkan akan menyebabkan terjadinya cekaman (stress) pada
tanaman.
Berdasarkan
makna ekologi di atas maka jelaslah bahwa ekologi merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari ilmu biologi. Oleh karenanya Ilmu Biologi sering disebut
dengan biologi lingkungan. Ekologi merupakan bagian kecil dari
Biologi. Yang termasuk dalam ruang lingkup biologi ialah organisma, populasi,
komunitas, ekosistem, dan biosfir. Jika kita perhatikan bahasanbahasan dalam
mempelajari ekologi ternyata masing-masing ilmu yang membahas suatu
individu/grup tidak terlepas dari membahas masalah ekologi. Dari penjelasan ini
dapat dilihat ternyata ekologi merupakan ilmu yang cakupannya amat luas.
Pelajaran
mengenai lingkungan hidup organisma sudah dipelajari sebelum kata ekologi itu
sendiri diperkenalkan oleh ahlinya. Nenek moyang kita pada jaman dahulu telah
berupaya untuk memelihara lingkungan, yang terbukti dari mitos mitos yang
muncul seperti ”jangan menebang pohon yang rindang karena ada penghuninya”. Ini
adalah salah satu upaya mereka untuk memelihara ketersediaan air. Mitos-mitos
mengenai pemeliharaan lingkungan ini relatif cukup banyak, karena masing-masing
suku yang ada di Indonesia memilikinya. Gambaran ini memperlihatkan bahwa
manusia merupakan organisma yang memiliki kekekuatan penuh yang mempengaruhi
lingkungan dan sebaliknya. Pengetahuan Ekologi berkembang sejalan dengan
perkembangan peradaban manusia itu sendiri.
Tujuan
utama mempelajari ekologi tanaman adalah memperoleh hasil yang optimal dari
teknik budidaya yang dilakukan dan menjaga lingkungan agar terhindar dari
kerusakan sebagai warisan untuk anak cucu kita
Lingkungan
akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan tanaman dan organisme lain yang
hidup di muka bumi. Oleh sebab itu pengetahuan tentang lingkungan tumbuh
tanaman sangat dibutuhkan agar budidaya tanaman yang dilakukan dapat
menghasilkan produksi yang optimum. Dalam agroekosistem lingkungan tumbuh
tanaman menjadi bahan pertimbangan dalam rancang bangun aktivitas budidaya yang
akan dilakukan. Desain lanskap dari budidaya tanaman juga sangat tergantung
pada lingkungan. Lingkungan akan mempengaruhi jenis tanaman yang sesuai untuk
dibudidayakan pada kawasan, penjadwalan dan teknik budidaya yang digunakan.
Oleh karenanya pengetahuan tentang lingkungan sangat penting artinya bagi
sektor pertanian.
D.
Ekologi Serangga
Ekologi
serangga mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan
serangga. Pengetahuan tentang ekologi serangga hama pascapanen merupakan dasar
penerapan pengendalian hama terpadu (PHT). Saat ini, pemodelan dengan
komputer untuk pengendalian hama pascapanen telah banyak dikembangkan.
Kesemuanya berbasis pada pengetahuan ekologi serangga.
Sifat
struktur penyimpanan secara umum adalah kondisinya yang stabil dibandingkan
lingkungan alami dan ketersediaan pangan yang melimpah. Karakter
penyimpanan ini menguntungkan hama gudang, walaupun adakalanya terjadi
kelangkaan sumber makanan. Serangga hama di penyimpanan, terutama
hama-hama penting adalah serangga yang telah teradaptasi pada lingkungan
penyimpanan dengan baik, karena:
·
Habitat penyimpanan merupakan reservoir alaminya
·
Toleransinya yang tinggi terhadap faktor fisik di penyimpanan
·
Keragaman perilaku makan pada berbagai bahan simpan
·
Laju reproduksi yang tinggi
·
Kemampuan yang tinggi dalam menemukan lokasi sumber makanan
·
Kemampuan bertahan hidup dalam kondisi tanpa pangan
·
Adaptasi morfologi (ukuran kecil, bentuk pipih, gerakan cepat dll.)
Studi
ekologi yang dilakukan pada kondisi yang mirip dengan tempat penyimpanan lebih
berguna untuk mengembangkan program pengendalian. Dengan demikian dapat
diperoleh lebih banyak gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
distribusi dan kelimpahan hama pada kondisi nyata.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PENYEBARAN DAN KELIMPAHAN HAMA GUDANG
1.
SUHU, KADAR AIR BIJI DAN SUMBER MAKANAN
2.
Masa perkembangan
3.
Ketahanan hidup/survival
4.
Produksi telur
INTERAKSI
ANTARINDIVIDU DAN ANTARSPESIES
1.
Intraspesifik (antarindividu)
Interaksi
antarindividu dalam satu spesies menentukan distribusi dan kelimpahan
serangga. Pada kepadatan populasi rendah, laju pertumbuhan biasanya kecil
karena kesulitan untuk menemukan pasangan seksual misalnya. Ketika
populasi bertambah, laju pertumbuhan meningkat secara eksponensial karena
kelimpahan sumber makanan dan kesesuaian lingkungan. Sejalan dengan
pertambahan populasi yang tinggi, terjadi kompetisi/persaingan untuk makan dan
perkawinan sehingga menimbulkan efek negatif bagi populasi. Pada spesies
tertentu bahkan terjadi kanibalisme terhadap serangga dalam stadium inaktif
(telur dan pupa). Walaupun demikian, tekanan populasi seperti ini jarang
terjadi karena kecenderungan migrasi bila populasi meningkat. Kompetisi
umumnya terjadi pada populasi di penyimpanan yang kosong, sarana transportasi
maupun peralatan pengolahan di mana jumlah makanan relatif sedikit.
2.
Interspesifik (antarspesies)
Interaksi
antarspesies juga mempengaruhi laju pertumbuhan suatu spesies serangga.
Berbagai pola interaksi ditemukan di penyimpanan, yaitu:
·
Suksesi, yaitu pergantian dominansi spesies pada pernyimpanan kerena perubahan
lingkungan dan sumber makanan. Pada saat awal yang dominan adalah hama
primer, kemudian digantikan hama sekunder, selanjutnya mungkin serangga pemakan
cendawan atau sisa-sisa.
·
Kompetisi, terjadi bila dua spesies hama memiliki relung ekologis yang sama
(bandingkan dengan suksesi dimana masing-masing spesies memiliki peran
berbeda.)
·
Predasi, bisa oleh spesies predator (misal kepik Xylocoris sp.) atau
spesies hama yang menjadi karnivor fakultatif pada kondisi ekstrim.
·
Parasitisme, kebanyakan Hymenoptera famili Trichogrammatidae, Bethylidae, dan
Pteromalidae menjadi parasitoid hama gudang. Termasuk parasitisme adalah
serangan mikroorganisme seperti protozoa, bakteri dan cendawan entomophaga
penyakit terhadap hama pascapanen.
E.
Ekologi Air Tawar
Ekologi
air tawar sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Air tawar sendiri
penting karena ia adalah sumber air rumah tangga dan industri yang murah,
komponen air tawar merupakan merupakan daur hidrologis, dan ekosistem air
tawar merupakan sistem disporsal / pembuangan yang mudah dan murah
Beberapa
faktor pembatas dalam Ekosistem air tawar diantaranya :
1.
Kejernihan.
2.
Temperatur.
3.
Arus.
4.
Oksigen.
5.
Garam biogenik dalam air.
Ciri-ciri
ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya
kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak
adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum
hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya
telah beradaptasi
Ekosistem
air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem
air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah
sungai.
1.
Air tergenang/ lentik (asal kata lenis = tenang) contoh : danau, kolam, dan
rawa dan mangrove.
2.
Air mengalir / lotik (asal kata lotus = tercuci) contohnya: mata air, aliran
air/sungai dan selokan.
F.
Perbedaan Jenis-jenis Ekologi
Setiap
jenis ekologi memiliki ruang lingkup tersendiri. Oleh karena itu antara satu
jenis ekologi dengan ekologi yang lain memiliki perbedaan. Dalam makalah ini
hanya dibahas 5 jenis ekologi saja yaitu ekologi hutan, ekologi laut, ekologi
tanaman, ekologi serangga, dan ekologi air tawar. Perbedaan jenis-jenis ekologi
tersebut antara lain :
- Ekologi hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistem hutan
- Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang ekosistem air laut.
- Ekologi tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya.
- Ekologi serangga mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan serangga.
- Ekologi air tawar merupakan ilmu yang mempelajari tentang ekosistem air tawar.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pembahasan maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1.
Ekologi terdiri dari beberapa jenis. Contohnya yaitu ekologi hutan, ekologi
laut, ekologi tanaman, ekologi serangga, dan ekologi air tawar.
2.
Setiap jenis ekologi memiliki cakupan yang berbeda-beda
B.
Saran
1.
Sebagai mahasiswa seharusnya lebih memperdalam ilmu pengetahuan sesuai dengan
bidangnya sehingga mempunyai skill.
2.
Di harapkan lebih menyempurnakan makalah ini.
3.
Mahasiswa harus menjadi center learning student dalam perkuliahan sehingga
mahasiswa yang lebih kreatif.
Kamis, 15 Maret 2012
Makalah : EKOLOGI "ILMU ALAMIAH DASAR"
MAKALAH
EKOLOGI
ILMU
ALAMIAH DASAR
|
|
|||||
|
|
|
||||
DISUSUN
OLEH :
INDAH
PRATIWI
RIAN
SEPTIAN
SUTRIYANI
UNIVERSITAS
PGRI PALEMBANG
FKIP
BIMBINGAN DAN KONSELING
KELAS
IB
Dosen
:
Ibu
NENENG KUSTIA, S.Pd
Bab I
Kata
pengantar
Assalam’mualaikum wr.wb
Alhamdulillah syukur kami panjatkan kepada allah swt yang telah
memberikan kami kesehatan, sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini tepat
pada waktunya. Kami dari kelompok 4 mencoba untuk mempresentasikan atau
menjelaskan masalah ekologi.
Perlu teman-teman sekalian semua ketahui bahwa dalam pembuatan makalah
ini kami mengakui bahwa masih banyak kekurangan dimana-mana, maka dari itu
sebelumnya kami meminta maaf sekaligus kami minta dimaklumi. Jika masih banyak
kekurangan dalam makalah ini karena kami juga masih dalam tahap pembalajaran.
Semoga dengan makalah ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita
semua. Walaupun Cuma sedikit tetapi mungkin akan bermanfaat bagi kita semua.
Dan kami harap teman-teman bisa mengambil pelajaran dari makalah kami ini. Kami
akhiri
Wassalam’mualaikum wr wb
Daftar
isi
Halaman
judul………………………………………………………. 1
Bab I
Kata
pengantar……………………………………………………… 2
Daftar
isi……………………………………………………………. 2
Bab II
Isi
makalah…….…………………………………………………… 3
Bab III
Kesimpulan dan
saran………………………………………………13
Bab II
Isi makalah
Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang
mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkunganya dan yang lainnya.
Ekologi berasal dari bahasa yunani yaitu oikos (habitat) dan logos (ilmu).
Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk
hidup maupun interaksi antaramakhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi,
kita mempelajari makhluk hidup sebagai satu kesatuan atau sistem dengan
lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak
lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu
faktor biotik dan abiotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembapan,
cahaya, dan topografi. Sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang
terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan
erat dengan tingkatan-tingkatan
organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem. Dan
ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu system yang menunjukan
kesatuan. Ekologi, biologi, dan ilmu pengetahuan lainnya saling melengkapi
dengan zoologi dan botani yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia
dan tingkat tropik. Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah
dimana ekolog (orang yang mempelajari ekologi) kini berfokus pada beberapa
cabang ilmu dari ekologi.
Karena sifatnya yang masih
luas, maka ekologi mempunyai beberapa cabang ilmu yang lebih fokus, yaitu :
-
Behavioural ecology
-
Community ecology or
synecology
-
Ecophysiology
-
Ecosystem ecology
-
Evolutionary ecology
-
Global ecology
-
Human ecology
-
Population ecology
Prinsip-prinsip ekologi
Pembahasan ekologi tidak
lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunannya, yaitu
faktor biotik dan abiotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembapan,
cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang
terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan dan mikroba. Ekologi juga berhubungan
erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi,
komunitas, dan ekosistem yang mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang
menunjukan kesatuan.
Faktor
biotik
Faktor biotik adalah
faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun
hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan
sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.
Faktor biotik juga
meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi,
komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup
tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi
membentuk suatu sistem yang menunjukan kesatuan. Secara lebih terperinci,
tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut :
A. Individu
Individu merupakan
organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu,
sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, setiap
jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan
harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alamiahnya, serta
memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki
struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga
memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan
migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian
disebut adaptasi.
Ada bermacam-macam
adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu : adaptasi morfologi,
adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.
1. Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi
merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh :
adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.
- Gigi-gigi khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi
menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk untuk menangkap mangsa, serta
gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.
- Moncong
Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di
hutan rimba amerika tengah dan selatan. Makanan trenggiling adalah semut,
rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang
dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk
menghisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah
yang dapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.
- Paruh
Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang
melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkram korbannya.
- Daun
Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga),
misalnya kantung semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan
dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan
enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan,
sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.
- Akar
Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang, berfungsi untuk
menyerap air yang terdapat jauh didalam tanah. Sedangkan akar hawa pada
tumbuhan bakau untuk bernafas.
2. Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi
merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya.
Contohnya adalah sebagai berikut :
- Kelenjar bau
Musang dapat mensekresikan bau busuk dengan cara
menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk
menghindarkan diri dari musuhnya.
- kantong tinta
Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi
cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan kedalam air sekitarnya
sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.
- Mimikri pada kadal
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang
dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon
dan faktor luar berupa suhu seta keadaan sekitarnya.
3. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku
merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut
:
- Pura-pura tidur atau mati
Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya
tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup
bila didekati oleh seekor anjing.
- Migrasi
Ikan salem raja di amerika utara melakukan migrasi untuk
mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup dilaut. Setiap tahun,
ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul diteluk
disepanjang pantai barat amerika utara untuk menuju ke sungai. Saat disungai,
ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya.
Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara
tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke hilir
hingga sampai ke laut.
B. Populasi
Populasi adalah kumpulan
individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu disebut
populasi misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan tegakan pada tahun 1989 berjumlah
2552 batang.
Ukuran populasi berubah
sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi.
Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi
waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980
populasi pinus di tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung
lagi ada 500 batang pohon pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10
tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk
mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang
berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi :
1990-1980 10 tahun
= 20 batang / tahun.
Dari rumus hitungan diatas
kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah
20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab kecepatan rata-rata
dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana
alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena
tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas
untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya.
Karakteristik ini antara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran
(natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan
bentuk pertumbuhan. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama
pertumbuhan populasi.
Dinamika populasi dapat
juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang
dapat bergerak, misalnya manusia dan hewan.
Imigrasi adalah perpindahan satu atau lebih organism eke daerah yang didatangi
sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi
Emigrasi
adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme,
sehingga populasi akan menurun.
Secara garis besar
imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas
dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan
dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau
penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastic dari lingkungannya,
misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.
C. Komunitas
Komunitas adalah kumpulan
dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang
saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat
keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.
Dalam komunitas, semua organisme
merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan
melalui keragaman interaksinya.
D. Ekosistem
Antara komunitas dan
lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan
ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen
(tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan
decomposer/pengurai (mokroorganisme).
Faktor
Abiotik
Factor abiotik adalah
faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang
mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut :
A. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap
ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup.
Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.
B. Sinar matahari
Sinar matahari
mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga
merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk
berfotosintetis.
C. Air
Air berpengaruh terhadap
ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi
tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji,
bagi hewan dan manusia air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain,
misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur
abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan
pelapuk.
D. Tanah
Tanah merupakan tempat
hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup
didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi
pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.
E. Ketinggian
Ketinggian tempat
menentukan jenis organisme yang hidup ditempat tersebut, karena ketinggian yang
berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.
F. Angin
Angin selain berperan
dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan
tertentu.
G. Garis lintang
Garis lintang yang berbeda
menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung
menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme
yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.
Manusia
dalam lingkungannya
Lingkungan hidup manusia
terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan abiotik, artinya lingkungan hidup
manusia tidak hanya ditentukan oleh benda hidup tetapi juga oleh hal-hal yang
bersifat tidak hidup disamping kebudayaan dan prilakunya.
Manusia harus berjuang
menaklukkan alam dan isinya agar dapat hidup, namun prilaku manusia pula yang
menyebabkan terjadinya perubahan tatanan lingkungan.
1. Macam sumber daya alam
Sumber daya alam dapat
dibagi menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources)
dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non renewable resources).
Sumber daya alam yang
dapat diperbaharui, misalnya tumbuh-tumbuhan, hewan dan sumber daya alam biotik
lainnya. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui misalnya minyak bumi,
barang tambang, dan mineral lainnya.
2. Konservasi sumber daya alam
Manusia mempergunakan
sumber daya alam, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat
diperbaharui, untuk mendukung kelangsungan hidupnya. Keperluan akan sumber daya
alam ini meningkat terus karena dua faktor utama :
- pertumbuhan penduduk yang pesat.
- Perkembangan peradaban manusia yang memerlukan sumber daya alam yang lebih banyak lagi.
Akibat
penggunaan sumber daya alam yang tidak bijaksana dalam arti tidak
memperhitungkan faktor lingkungan, timbul masalah besar bagi manusia sendiri,
misalnya erosi,banjir, polusi, dan punahnya spesies hewan dan tumbuhan tertentu
dari permukaan bumi. Bila peristiwa ini berlangsung terus dikhawatirkan manusia
akan menghabiskan sumber daya alam.
Untuk itu perlu ada usaha
agar sumber daya alam tersedia sebanyak mungkin, dan usaha ini dikenal sebagai
usaha konservasi lingkungan. Konversi lingkungan meliputi : konservasi air,
tanah, hutan, mineral, dan maragasatwa.
3. Pertambahan penduduk dan sumber daya
alam
Penduduk bumi pada tahun
1975 diperkirakan berjumlah 3.967 juta jiwa, dan pada tahun 2000 mendatang
diperkirakan akan mencapai 6.253 juta jiwa. Pertambahan penduduk ini diduga
disebabkan oleh :
a.Pertambahan jumlah
kelahiran (natalitas) yang lebih besar daripada jumlah kematian (mortalitas).
b.Penurunan angka
kematian, pertambahan penduduk yang sangat pesat sudah dapat dipastikan akan
meningkatkan keperluan sumber daya alam bagi manusia. Sampai saat ini telah
banyak ditemukan sumber daya alam dan bahan tambang lainnya diseluruh bagian
dunia. tetapi tidak semua Negara memiliki kekayaan sumber daya alam yang sama.
Hal ini disebabkan antara lain karena tidak meratanya penyebaran sumber daya
alam dibumi. Disamping itu, jumlah penduduk suatu Negara dan kemampuan
tekhnologi yang dimilikinya turut mempengaruhi kemakmuran suatu Negara. Cepat
atau lambat, habisnya sumber daya alam akan tergantung pada jumlah pemakainya,
yaitu penduduk bumi.
4. Pencemaran lingkungan
Saat ini manusia telah
menikmati sumbangan tekhnologi yang telah berhasil menunjang kehidupannya,
tetapi manusia juga harus menghadapi akibat negatifnya. Akibat negatif
tekhnologi tersebut bersama dengan adanya peledakan penduduk telah menimbulkan
krisis lingkungan pada manusia.
Akibat dari krisis
lingkungan diantaranya tampak jelas pada kesehatan manusia. Penyebab polusi (polutan)
masuk kedalam tubuh melalui udara yang dihirup, melalui makanan yang kita makan
sehari-hari dan melalui suara yang kita dengar. Semua polusi tersebut jelas
berpengaruh langsung pada manusia.
Polutan dapat digolongkan
kedalam dua macam, yaitu yang bersifat kuantitatif (quantitative pollutant) dan
yang bersifat kualitatif (qualitative pollutant).
Polutan yang bersifat
kuantitatif adalah substansi yang secara alamiah terdapat dialam lingkungan,
tetapi jumlahnya meningkat karena adanya kegiatan manusia. Contohnya adalah
berbagai unsure yang ada didalam, seperti karbon, nitrogen, dan fosfor dalam
siklus yang berlangsung terus menerus. Karena kegiatan manusia, unsur tersebut
menjadi bertambah sehingga kemungkinan besar siklusnya pun akan terganggu.
Polutan yang bersifat
kualitatif adalah sintetis yang dihasilkan oleh kegiatan hidup manusia.
Contohnya adalah substansi sintetis buatan manusia, seperti pestisida,
detergen, dan lain-lain yang masuk kedalam lingkungan hidup manusia.
a.Polusi udara
Polusi udara mempunyai
sumber yang beraneka ragam. Dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor
dikeluarkan polutan yang berbentuk gas, yaitu karbon monoksida (CO), nitrogen
oksidan, belerang oksida, hidrokarbon dan partikel padat.
Karbon monoksida dapat
menyebabkan hemoglobin terganggu. Fungsi hemoglobin pada butir darah merah
untuk mengikat oksigen dan mengedarkannya keseluruh tubuh. Jika terganggu
karena terikatnya CO pada hemoglobin maka tubuh kekurangan oksigen.
Belerang oksida banyak
menimbulkan penyakit pada saluran pernafasan, seperti asma, bronchitis yang
sering diikuti dengan emphysema dan menyempitnya cabang-cabang bronkhioli yang
akan mengurangi laju pertukaran gas CO2 dan O2.
b.Polusi air dan tanah.
Polusi air didalam tanah
karena polutan tertentu dapat membinasakan mikroorganisme yang terdapat pada
tanah dan perairan yang sebenarnya mempunyai peranan yang sangat penting dalam
siklus materi pada suatu ekosistem.
Peningkatan produksi
pertanian untuk mengimbangi kebutuhan penduduk yang meningkat, juga menghasilkan
lebih banyak lagi polutan, seperti pestisida, herbisida, dan nitrat. Polutan
tersebut tidak hanya mencemari sungai, danau, dan sepanjang pantai saja, tetapi
juga masuk kedalam air tanah
c.Polusi udara
kebisingan yang
berlangsung sehari-hari, dengan berkembangnya tekhnologi dan pertumbuhan
penduduk yang pesat, diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam waktu 20
tahun yang akan datang. Kuat lemahnya suara dapat diukur dengan satuan
decibel(db). Percakapan biasa berkekuatan 60 db, bila meningkat menjadi
keributan kekuatannya menjadi 80 db. Kereta api sebesar 95 db, sedangkan petir
atau halilintar adalah 120 db.
Akibat yang dapat timbul
karena pengaruh suara dengan kekuatan tinggi adalah hilangnya daya dengan
secara permanen. Suara dengan kekuatan 90 db dapat berpengaruh terhadap saraf
otonom (saraf tidak sadar) dengan gejala perubahan tekanan darah, denyut nadi,
kontraksi perut dan usus, sakit perut dan lain-lain.
Bab III
Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
Jadi kesimpulan dari
makalah kami adalah, ekologi merupakan salah satu cabang ilmu alamiah dasar
yang berhubungan dengan lingkungan. Baik
itu antara manusia dan lingkungan maupun antara makhluk hidup lainnya dengan
lingkungan nya. Dalam ekologi banyak sekali substansi-substansi yang
menjelaskan hubungan-hubungan atau interaksi makhluk hidup dengan alam atau
lingkungannya.
Dalam ekologi juga mempelajari tentang
hubungan manusia dengan lingkungannya, telah dijelaskan dalam isi makalah bahwa
manusia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi lingkungan baik dari segi
positif maupun dari segi negatifnya. Telah dijelaskan juga bahwa manusia
merupakan makhluk yang hidup memerlukan lingkungan untuk hidup.
Saran
Saran kami, karena bumi
hanya ada satu maka marilah kita jaga bersama-sama. Karena jika lingkungan kita
semakin hari semakin rusak maka kita tidak akan bisa bertahan lama di bumi ini
yang sudah semakin tua.
Banyak cara untuk menjaga
lingkungan kita, dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang tidak
dapat diperbaharui. Dan juga melalui pencarian sumber energi baru yang lebih
ramah lingkungan. Dengan begitu kita bisa memperpanjang waktu untuk dapat
tinggal di bumi kita ini.
Makalah Ekologi
30 November 2011 Tinggalkan KomentarMakalah lengkap dalam bentuk word ….GRATIS… silahkan klik link (judul yang berwarna biru dan bergaris bawah) berikut ini untuk mengambil datanya (mendownload): makalah-ekologi
EKOLOGI
Secara etimologik ekologi berasal dari bahasa Yunani, Oikus yang berarti bahwa rumah atau tempat tinggal untuk hidup. Logos yang berarti ilmu, jadi ekologi dapat diaratikan sebagai studi tentang hubungan organisme atau kelompok organisme dengan lingkunannya baik yang hidup maupun yang ditidak hidup. Bertambah secara kuantitatif meningkat dengan menggunakan model dan simulasi komputer. Ekologi dapat pula diartikan sebagai ekonomi alam yang melakukan transasi dalam bentuk materi energi dan informasi.
Istilah ekologi pertama kali digunakan pada tahun 1865 oleh Reiter. Tahun berikutnya setelah Reiter memperkenalkan istilah tersebut, Hackle mendefenisikan ekologi sebagai suatu keseluruhan pengetahuan yang berkaitan dengan hubungan-hubungan total antara organisme dengan lingkungannya yang bersifat organik maupun anorganik. Kata lingkungan berarti semua faktor eksternal yang bersifat biologi dan fisika yang langsung mempengaruhi kehidupan.
Berdasarkan defenisi di atas, maka kita dapat membagi ekologi dalam 2 macam ekologi yaitu:
- Ekologi manusia
- Ekologi sosial
Namun yang akan kita bahas kali ini adalah ekologi manusia.
Ekologi manusia adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal-balik antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Dalam ekologi manusia dibahas
- Manusia, kebutuhan dan keinginannya.
- Manusia, dan hubungannya dengan organisme lainnya.
Sebagai pengantar, kita terlebih dahulu memahami bahwa dalam pembahasan ekologi manusia, manusia ditempatkan dalam konteks prinsip-prinsip ekologi sehingga lebih diutamakan garis-garis besar evolusi manusia secara umum dengan menentukan keadaan ekologis kita sekarang dan menduga keadaan ekologis pada waktu yang akan datang. Dalam mempelajari ekologi manusia, tidak dapat dipisahkan dengan evolusi manusia. Karena evolusi manusia inilah yang mempengaruhi intraksi manusia dengan lingkunannya. Semakin tinggi tingkat evolusi manusia, seharusnya semakin tinggi dan semakin baik pula interaksi dengan lingkungannya, baik biotik maupun abiotik dan demikian pula sebaliknya.
Banyak media massa saat ini yang memberikan informasi kepada kita mengenai masalah-masalah yang timbul dalam ekologi manusia saat ini misalkan kekurangan-kekurangan sumber-sumber mendasar yang dibutuhkan oleh berbagai industri, kekurangan pangan dan keperluan-keperluan dasar di negara-negara yang belum berkembang serta distribusi sumber daya yang tidak merata keberbagai negara.
Sebagai contoh misalnya yaitu pengaruh sumber-sumber daya terhadap populasi manusia di suatu wilayah. Populasi manusia cenderung terkonstrasi di daerah-daerah pantai lautan tertentu dengan pelabuhan yang bagus yang memungkinkan bagi perdagangan industri dan di lembah-lembah dari beberapa sungai besar. Populasi penduduk yang hidup di daerah tersebut tentu saja dipengaruhi oleh sumber-sumber daya yang ada pada daerah tersebut.
Sumber daya yang ada di alam dibagi atas 2 yaitu sumber daya yang habis dipakai dan sumber daya yang tidak habis dipakai dan sumber daya yang tidak habis dipakai. Sebagaimana diketahui bahwa perkiraan kapasitas dukung populasi manusia bervariasi sangan luas, tergantung pada apa yang dipercaya sebagai faktor-faktor pembatas. Sumber daya yang habis dipiakai seperti misalnya cadangan energi harus dipertanggung jawabkan dimasa mendatang. Suber-sumber yang tidak habis dipakai seperti misalnya kemampuan bioster untuk menerima limbah, konsumsi enerti yang toksik, lebih kurang bisa diterima. Tentu saja dalam pengertian absolut, mineral tidaklah dikonsumsi, tetapi peningkatan proporsi dari bebapa mineral, seperti helium hilang seterusnya dari bioster.
Jumlah distribusi penduduk di suatu tempat sangat dipengauhi oleh suplai makanan yang diterima atau dihasilkan daerah tersebut atau luas daerah yang efisien untuk pertanian yang dimiliki daerah tersebut, dan tentu saja juga dipengaruhi oleh kemampuan populasi di daerah tersebut untuk mengolah daerah tersebut sehingga memberikan hasil yang bermanfaat demi kestabilan populasi itu sendiri.
Selain dipengauhi oleh luas lahan pertanian, ada tidaknya distribusi populasi penduduk juga sangat dipengauhi oleh mineral-mineral di daerah tersebut. Manusia menghendaki mineral untuk tambahan-tambahan makanannya. Beberapa masyarakat industri telah mendukung peningkatan eksploitasi mineral dimana sumber daya tersebut dipakai sampai habis. Sehingga wilayah penghasil mineral-mineral seperti Suriname yang terus menerus mengekspor bouksit, akan mengalami kehabisan suplai mineral.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking